Kembalinya “Si Anak Yang Hilang” Kota Solok Raih Piala Adipura



SOLOKMONITOR.COM, - Kerja keras Kota Solok untuk mengembalikan “Si Anak Yang Hilang” selama tiga tahun kepemimpinan Walikota Solok Zul Elfian dan Wakil Walikota Solok Reinier membuahkan hasil, Piala Adipura akhirnya kembali kepangkuan Kota Solok. Kota Solok meraih Piala Adipura kategori Kota Kecil dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), yang diterima langsung Walikota Solok Zul Elfian dari Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, di Auditorium Dr Soedjarwo Gedung Manggala Wanabakti, Kementerian LHK, Jakarta, Senin (14/1).

Program Adipura merupakan program nasional, yang mendorong pembangunan partisipasi aktif masyarakat mewujudkan sustainable city (kota berkelanjutan), yang selaras dengan fungsi pertumbuhan ekonomi, fungsi sosial, dan fungsi ekologis dalam proses pembangunan dengan menerapkan prinsip tata pemerintahan yang baik. Kota Solok dinilai berhasil menunjukan hal ini, baik dalam kepemimpinan yang merumuskan dan menerapkan kebijakan program kerja, yang sesuai dengan metodologi pembangunan berkelanjutan, guna terpeliharanya kualitas lingkungan hidup daerah.

Adipura merupakan instrumen pemerintah, mendorong implementasi kebijakan lingkungan dengan pendekatan wilayah, pendekatan implementasi kebijakan persampahan dan pendekatan implementasi kebijakan penghijauan. Prinsip penerapan Adipuran, yakni peran aktif masyarakat dalam peningkatan dan kesadaran sebagai kunci perubahan perilaku, terpasangnya sistem pengelolaan sampah dengan basis sistem teruji dan data yang akurat terverifikasi, serta pemenuhan ruang terbuka hijau sesuai dipersyaratkan peraturan dan undang-undang. Menjadi dasar pergeseran paradigma pengelolaan sampah yang harus bergerak ke hulu sehingga upaya-upaya pengurangan sampah menjadi penentu (determinant) yang penting dan pengklasifikasian kota menurut leveled playing system, artinya kota dan kabupaten dan akan ‘bersaing’ dalam level kapasitas sistem pengelolaan sampah dan pemenuhan ruang terbuka hijau yang setara.

Sejak era 1990 hingga 2012, Kota Solok selalu mendapat Piala Adipura, sebanyak 8 kali, namun sejak 2012 Adipura seperti menjauh dari Kota Solok. Pada periode Zul Elfian – Reinier, secercah harapan kembali muncul, namun bukan perkara yang mudah, karena dibutuhkan komitmen semua sektor untuk dapat bangkit kembali, belum lagi aturan dan mekanisme penilaian yang semakin ketat. Pada tahun 2017 berbagai upaya mulai membuahkan hasil walau hanya menjadi penyemangat dengan diperolehnya sertifikat Adipura pada tahun 2017 untuk penilaian tahun 2016. Oleh sebab itu pada penilaian 2018 ini, diawal tahun 2019 dengan berhasil diraihnya Piala Adipura merupakan momen yang mengembiarakan bagi Kota Solok.

Usai menerima penghargaan Walikota Solok menyampaikan rasa syukurnya, karena telah cukup lama tidak menerima penghargaan Adipura, yang terakhir sejak tahun 2012. “Alhamdulillah, Piala Adipura kategori Kota Kecil ini merupakan yang pertama saya terima sejak jadi Walikota. Cukup lama kita tidak meraihnya. Oleh karena itu, kita wajib bersyukur akhirnya Allah menjawab usaha selama ini. Saya atas nama pemerintah Kota mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat, stakeholder dan tentunya saudara-saudara pahlawan kebersihan mulai unsur pimpinan tentunya juga atas dukungan penuh dari Pasukan Kuning sehingga Adipura bisa kita bawa kembali ke Kota Solok Kota Beras Serambi Madinah, Si anak hilang telah kembali," kata Walikota Zul Elfian usai menerima penghargaan.

Zul Elfian mengatakan Pemerintah Kota Solok akan terus melakukan perbaikan-perbaikan dan pembinaan terkait pengelolaan sampah di Kota Solok. Lebih lanjut Walikota juga mengapresiasi atas adanya peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan sampai pengelolaan sampah. "Kita berharap, apa yang kita peroleh hari ini menjadi penyemangat untuk lebih giat lagi dan tentunya berkat dukungan dan kerjasama dari seluruh unsur dan masyarakat di Kota Solok Terutama keseriusan dari Dinas LH Kota Solok beserta jajaran dan didukung OPD terkait lainnya," jelasnya.

Walikota mengatakan pihaknya akan terus berupaya meminimalisir dan mengelola sampah dengan baik, dengan gencar memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait penanganan sampah. Apalagi Piala Adipura ini, sangat sulit untuk didapatkan, butuh komitmen dan dedikasi seluruh pihak untuk mempertahankannya. Piala Adipura untuk tahun 2018 ini, dapat diraih tidak lepas dari kerja keras petugas kebersihan, tokoh masyarakat, swasta, dunia usaha, pemerintah daerah dan seluruh masyarakat yang peduli terhadap kebersihan dan lingkungan. “Kepada seluruh pihak mari kita bergandengan tangan dalam mempertahankan, menjaga kebersihan serta keindahan lingkungan Kota Solok. Semoga pengelolaan kebersihan, terus mengalami peningkatan dengan dukungan inovasi yang berkembang, sehingga kedepannya kita dapat mempertahankan kembali gelar adipura ini,” kata Zul Elfian.

Zul Elfian ingin seluruh masyarakat Kota Solok bertekad untuk menjadikan Kota Solok sebagai Kota Bersih, Indah dan Nyaman, bahkan kalau perlu menjadi Kota Terbersih. Hal ini karena yang sulit adalah untuk mempertahankan sebuah capaian daripada meraihnya. Dengan diraihnya Adipura ini diharapkan masyarakat Solok Kota Beras Serambi Madinah akan menjadi lebih semangat menjadikan Kota Solok yang berseri, bersatu, berdaya saing dan religius, karena kebersihan merupakan sebagian daripada iman, maka Piala Adipura ini adalah wujud masyarakat yang beriman, sesuai program pemerintah yang ingin mewujudkan tata pemerintahan yang baik, mewujudkan kehidupan masyarakat yang beragama dan berbudaya, serta meningkatkan daya dukung Kota yang berwawasan lingkungan.

“Ini adalah hasil kerja keras seluruh pihak, yang telah bersama-sama mewujudkan Kota Solok yang bersih, dan ini merupakan persembahan bagi semua pihak, yang telah ikut berpartisipasi, terutama para petugas kebersihan. Untuk mendapatkan Piala ini tidaklah mudah, ada banyak penilaian seperti kebersihan, taman, penataan perumahan, pasar, TPA, kawasan-kawasan publik Ruang Terbuka Hijau, dan masih banyak lagi. Oleh sebab itu perlu komitmen kita semua, untuk mempertahankan Piala Adipura ini, karena yang susah ini adalah mempertahankan sebuah capaianya yang telah berhasil Kota Solok raih,” kata Zul Elfian.(Red)