Warga Binaan Lapas Rekam E-KTP


SOLOKMONITOR.COM, - Warga binaan Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II B Laing menjalankan perekaman KTP Elektronik (e-KTP) oleh Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil Kota Solok dan Kabupaten Solok. Pendataan kepada napi berkaitan hak pilih mereka saat Pemilu 2019. Pendataan ini disaksikan langsung Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DPPKB Dukcapil) Sumbar Novrial,  Kepala Lapas Klas IIB Karto Rahardjo, Ketua KPU Provinsi Sumatera Barat Amnasmen, KPU Kabupaten Solok, KPU Kota Solok, serta Panwaslu Kota dan Kabupaten Solok.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Solok, Syaiful Rustam menyebut pelayanan perekaman e-KTP bertujuan agar seluruh masyarakat mendapat dokumen kependudukan dengan lengkap dan sah. Apalagi persoalan e-KTP menjadi dokumen sah yang akan digunakan oleh warga. Dasarnya, dari pemetaan oleh Pemerintah Pusat, banyak penduduk yang belum melakukan perekaman berada di Lapas-Lapas. Untuk itu, selain masyarakat wilayah terisolir, target lainnya adalah penghuni Lapas.

 “Salah satu kegunaannya ya untuk hak suara, makanya disini kita bersama KPU saling berkoordinasi, agar nantinya tidak ada masyarakat wajib KTP yang kehilangan hak suara karena belum melakukan perekaman,” katanya.

Khusus di Lapas, perekaman dilakukan serentak seluruh Indonesia, yakni dari tanggal 17 hingga 19 Januari. Ia menyebut pelaksanaan perekaman di Lapas tersebut, berdasarkan perintah Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil, sehingga diharapkan warga binaan dapat mengikuti Pemilu 2019 dan administrasi kependudukan (adminduk) di Kabupaten Solok secara keseluruhan. "Karena jumlah warga Kabupaten Solok cukup banyak, mungkin perekaman berlangsung penuh tiga hari yang disediakan, sedangkan daerah lain ada yang satu hari ini saja," tambahnya.

Untuk kelancaran pelaksanaan perekaman ini, Kepala Disdukcapil Kota Solok Syaiful A telah melakukan koordinasi sebelumnya dengan kepala Lapas serta mengumpulkan data-data warga binaan lapas yang belum memiliki KTP elektronik. Syaiful A yang ditemui dilokasi perekaman mengatakan, pelaksanaan perekaman di Lapan kelas II B hari ini berjalan dengan lancar dan tuntas, hasil konsolidasi terhadap 372 orang warga binaan Lapas, pada data SIAK terdapat 4 warga Kota Solok yang belum melakukan perekaman KTP-el, 45 warga yang sudah rekam cetak, serta untuk luar domisili tercatat 56 warga yang sudah rekam cetak, 12 warga yang akan merekam, sisanya 252 orang belum terdata, sedangkan hasil dari tim yang turun langsung ke Lapas, diperoleh 5 orang warga binaan Lapas yang merupakan warga Kota Solok yang belum melakukan perekaman, dan 22 keping KTP-el yang dicetak ulang dikarenakan rusak/invalid dan hilang.

 “Dengan adanya perekaman KTP-el ini, kami berharap kedepannya presentase perekaman KTP-el semakin meningkat dan data-data tersebut bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin terutama oleh KPUD dalam pelaksanaan Pilpres dan Pileg 2019 serta instansi vertikal dan OPD,” harap H. Syaiful.

Ketua KPU Provinsi Sumbar Amnasmen mengatakan, ingin memastikan seluruh penghuni penghuni lapas punya hak pilih dalam pemilu 2019. Disdukcapil Kota dan Kabupaten Solok khusus melakukan pendataan para penghuni lapas yang berdomisili di Kota dan Kabupaten Solok.  “KPU melakukan pendampingan proses perekaman e-KTP yang dilakukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Solok dan Kabupaten Solok,” jelas Amnasmen.

Amnasmen menjelaskan bahwa perekaman KTP Elektronik akan dilikukan dari tanggal 17-19 Januari. Sampai nantinya seluruh penghuni lapas mendapatkan surat keterangan yang digunakan untuk melakukan pemilihan.

Sebelumnya, kepala DPPKB Dukcapil Sumbar Novrial mengatakan target pencetakan KTP-el 100 persen harus dapat terwujud hingga 16 April 2019, atau di H-1 pemilu sehingga semua masyarakat yang mempunyai hak pilih bisa mendapatkan haknya. Penghuni Lapas, wilayah terisolir dan usia sekolah, biasanya itu sangat rawan (potensi belum melakukan perekaman KTP), untuk itu kinerja tim perekaman Dukcapil tiap-tiap Kota dan Kabupaten harus ditingkatkan lagi, agar target 100 persen bisa tercapai sebelum Pemilu 2019 nanti.

Dari data di Lapas Klas IIB Laing, Kota Solok, ada sebanyak 382 orang penghuni Lapas, lebih dari setengahnya adalah warga asal Kabupaten Solok sebanyak 178 orang, dan Kota Solok 95 orang, selebihnya berasal dari daerah lain, seperti Bukittinggi, Tanahdatar, Padang, dan lainnya.

Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pencatatan Sipil (DPPKBKPS) Provinsi Sumbar turut serta mendampingi Dinas Dukcapil Kota Solok dan Kabupaten Solok dalam perekaman serentak di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)/Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Laing. Pelaksanaan perekaman tersebut, selain didampingi oleh kepala DPPKBKPS Provinsi Sumbar, turut di hadiri KPU Propinsi Bawaslu, KPU Kota Solok, Camat Lubuk Sikarah dan Camat Tanjung Harapan dan Lurah Laing.

Kegiatan ini dilakukan sebagai tindaklanjut dari edaran Mendagri nomor 471.13/539/Dukcapil tanggal 10 Januari 2019 tentang Gerakan Nasional Jemput Bola Serentak KTP-el di Lapas/Rutan. Perekaman yang dilakukan secara serentak diseluruh Indonesia ini, bertujuan untuk pemenuhan kepemilikan KTP elektronik bagi warga binaan di Lapas/Rutan, guna mendukung terpenuhinya syarat hak konstitusional pemilih dalam Pilpres 2019 mendatang.(Red)

0 Response to "Warga Binaan Lapas Rekam E-KTP"

Post a Comment