Masyarakat Harus Berani Melapor Pelanggaran Pemilu


SOLOKMONITOR.COM, - Bawaslu Kota Solok menghimbau kepada masyarakat untuk ikut berperan aktif mengawasi serta melaporkan pelanggaran Pemilu. Hal itu disampaikan Ketua Bawaslu Kota Solok Triati, kepada awak media, saat sosialisasi pengawasan pemilu, di Mami Hotel, Kota Solok, Minggu (17/2).

"Yang kita rasakan selama ini, masyarakat masih takut untuk melapor jika melihat pelanggaran, oleh sebab itu kita terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat, untuk ikut mengawasi, berpartisipasi, hingga tercapai pemilu yang bersih,"kata Triati.

Dijelaskanya masyarakat tidak perlu segan atau takut, untuk melapor cukup mudah, bisa melalui SMS, Email, WhatsApp kepada petugas Bawaslu atau melalui aplikasi android Gobawaslu."Masyarakat dapat mengadu dengan mudah dan bisa melapor tanpa menggunakan identitas, nanti laporan-laporan tersebut akan langsung ditindaklanjuti,"jelasnya.

Adapun jenis pelanggaran cukup banyak, seperti pemasangan alat peraga, menggunakan fasilitas negara, politik uang, kampanye hitam dan lainya. Bawaslu Kota Solok selama ini telah melakukan tujuh kali penertiban alat peraga yang melanggar aturan, dan menindaklanjuti adanya laporan pengrusakan alat peraga kampanye.

Sementara itu Anggota Bawaslu Sumatera Barat Divisi pencegahan dan hubungan antar lembaga, Vifner mengatakan kampanye yang dibolehkan adalah pertemuan terbatas, rapat umum, tatap muka dan penyebaran badan kampanye. Yang dilarang adalah black campaign, penghinaan, hoax.

"Biasanya ada yang menggunakan berita bohong untuk menjatuhkan calon lain, baik di pilpres atau pileg, itu dilarang. Dengan adanya aturan-aturan yang telah ditetapkan itu adalah untuk menjamin adanya kompetisi yang adil di pemilu,"jelasnya.(Red)

0 Response to "Masyarakat Harus Berani Melapor Pelanggaran Pemilu"

Post a Comment