Pemko Bertekad Pertahankan Surplus Beras


SOLOKMONITOR.COM, - Pemko Solok bertekad mempertahankan surplus beras, dengan target 17.000 ton pada tahun 2019. Target ini naik 478,5 ton dibanding produksi tahun lalu yang hanya 16.521,5 ton. Pemko melalui Dinas Pertanian berupaya memaksimalkan pola tanam jajar legowo atau Jarwo, untuk merealisasikan target produksi tersebut.

Apalagi kondisi Kota Solok saat ini, sulit untuk ekstensifikasi pertanian atau penambahan areal persawahan baru, sehingga memaksimalkan yang sudah ada terbilang upaya yang terbaik saat ini. Menurut Kepala OPD Dinas Pertanian Ikhvan Marosa, keuntungan yang diperoleh petani melalui sistem Jarwo, dari persentase produksi terbilang tinggi.

Dengan teknologi Jarwo, anakan atau populasi tanaman padi akan tinggi 20 hingga 30 persen. Dalam teknik jarwo, cara tanam dalam beberapa barisan diselingi satu barisan kosong, yang disebut unit legowo. Cara ini dapat meningkatkan produksi serta pemeliharaan yang baik oleh petani, serta mengurangi kemungkinan terserang hama, juga menghemat pupuk.

Sebelumnya, produksi padi pada 2017 mencapai 17.382, 6 ton dengan luas tanam 2.615 hektar dan luas panen 2.606 hektar, akan tetapi terjadi penurunan cukup signifikan di tahun 2018 akibat banjir sehingga luas panen hanya mencapai 2.477 hektar.

Sehingga untuk menambah sampingan pendapatan  bagi petani juga dilakukan Mina padi. Setidaknya tahun 2018, luas mina padi sudah mencapai 0,92 hektar yang tersebar di kelurahan Tanjung Paku, Kampai Tabu Karambia (KTK), dan IX Korong. Dengan produksi ikan nila mencapai lebih kurang 26,2 ton.(Red)