Wawako Ingin Ponpes Menjadi Benteng Bagi Generasi Muda


SOLOKMONITOR.COM, - Wakil Walikota Solok Reinier, menghadiri Peresmian Pondok Pesantren (Ponpes) Darut Thalib, bertempat di Kelurahan Laing, Selasa (19/3).

Turut hadir, Perwakilan Kanwil Kemenag Sumbar H. Kardinal, Plt Kakan Kemenag Kota Solok H.Afrizen, Pimpinan Pondok Pesantren Darut Thalib Ustad Boby, Polres Solok Kota, Kalapas Kelas II B Laing Solok, serta para santri.

Afrizen dalam sambutannya mengatakan, pada era saat ini, Pondok Pesantren memainkan peran maksimal. Oleh karena itu, Ponpes memiliki potensi besar dalam bidang pendidikan dan keagamaan. Peran ponpes dapat dilihat sebagai agen perubahan sosial, agen pembangunan dan pusat keunggulan.

Untuk itu, besar harapan kami dari Kemenag Kota Solok kepada kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kota Solok, agar dapat mendukung sarana dan prasarana bagi tiga buah pondok pesantren yang ada di Kota Solok. 

"Mari kita bersama-sama memajukan pendidikan agama di Kota Solok guna terwujudnya Kota Solok Kota Beras Serambi Madinah," ujarnya.

Wawako Reinier dalam arahannya menyebutkan, ponpes merupakan benteng bagi generasi muda. Pada era saat ini, kehadiran narkoba, dan LGBT merupakan perusak kita bersama. "Untuk itu, diharapkan Ponpes dapat dijadikan sebagai tempat guna mengantisipasi hal-hal negatif tersebut bagi generasi muda kita," sebut Reinier.

Selanjutnya, kemajuan Teknologi Informasi yang semakin mempermudah generasi muda memperoleh informasi, bahkan informasi negatif dan informasi lain, padahal mereka belum membutuhkan itu. Untuk menangkal itu, segala kegiatan rutin yang dilakukan di ponpes adalah bentengnya. Kegiatan di ponpes merupakan kegiatan positif, yang mampu membentengi generasi muda dari masalah sosial yang ada di masyarakat.

Sementara itu, Pimpinan ponpes Darut Thalib, Ustad Boby mengatakan, hari ini betapa banyak kita miris melihat akhlak anak muda, bahkan sebagian orang tua yang jauh dari kata baik, karena kita semua jauh dari para ulama.

Inti ponpes Darut Thalib ini didirikan ialah untuk memperbaiki adab dan akhlak manusia yang saat ini semakin menurun. "Ponpes merupakan bengkel manusia. Jika awalnya manusia yang datang kesini jauh dari agama Allah, setelah berada di Ponpes nantinya akan mendekati agama Allah," sebutnya.

Ustad Boby mengharapkan seluruh guru di ponpes Darut Thalib untuk mendidik santri dengan ikhlas, tidak menjadikan ponpes ini sebagai bisnis. "Semoga nantinya akan lahir banyak ulama dari ponpes Darut Thalib ini," tutup Ustad Boby diiringi tepuk tangan para hadirin.(Red)