76 Kafilah Kota Solok Dilepas



SOLOKMONITOR.COM, - Sebanyak 76 orang kafilah dari Kota Solok dilepas langsung oleh Walikota Solok Zul Elfian, di Masjid Agung Al-Muhsinin, Kamis (13/6) untuk mengikuti ajang perlombaan ternama Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat Provinsi Sumatera Barat ke - XXXVIII. Pelepasan turut dihadiri Wakil Walikota Solok Reinier, dan sejumlah kepala OPD.

Walikota Solok Zul Elfian mengatakan kafilah yang diutus dari Kota Solok merupakan harapan bagi serambi Madinah, dan merupakan cermin yang dari program program Madani yang selama ini diusung Kota Solok, sebagai kota dengan kehidupan masyarakat yang religius.

"Selama ini kita telah berusaha memberikan yang terbaik untuk daerah, dengan berbagai program pemerintah untuk melahirkan generasi penghafal Al-Quran. Tentu ini merupakan kesempatan yang patut untuk disyukuri para peserta,"kata Zul Elfian.

Zul Elfian menjelaskan dengan menghafal dan mengamalkan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari, merupakan perilaku terbaik bagi muslim dalam menghargai Al-Quran sebagai pedoman hidup.

"Kita harus menghargai dan menghormati Al-Quran, yakni dengan menghafal ayat-ayat yang mulia ini, serta mengamalkanya dengan perilaku yang baik dalam kehidupan, berdasarkan ilmu dan bimbingan yang bersumber dari Al-Quran, maka kita telah melakukan perintah Rasulullah yakni menjadi Al-Quran sebagai pedoman,"kata Zul Elfian.

Dijelaskan Walikota MTQ merupakan sarana dan wahana untuk saling memotivasi diri dan berlomba-lomba dalam kebaikan. Meskipun sebagai tuan rumah, para kafilah atau peserta MTQ dari Kota Solok tetap mendapatkan perlakuan yang sama dengan peserta dari daerah lain.

"Tidak ada yang diistimewakan, semua mendapat perlakuan yang sama, jangan ada dusta dalam perlombaan nanti. Para peserta harus bersungguh - sungguh dalam perlombaan nanti, tunjukan kemampuan terbaik yang dimiliki," kata Zul Elfian.

Para peserta MTQ merupakan orang-orang pilihan, yang telah mendapat hidayah, berupa kemampuan membaca Al-Quran yang patut untuk disyukuri. Para peserta selama bertanding harus memberikan yang terbaik, mengikuti lomba dengan sadar diri dan tanpa beban.

"Jangan tertekan selama perlombaan, tidak perlu menjadi beban mental, Kota hanya berusaha, serahkan hasilnya pada Allah.SWT. Jadikan ini.niat ikhlas, dan prestasi yang diraih adalah hasil kemampuan para peserta yang harus disyukuri. Selamat berlomba dalam kebaikan, jadikan ini sebagai wahana bagi kita untuk meningkatkan kemampuan, melatih diri agar semakin cinta dengan Al-Quran,"kata Zul Elfian.(Red)